Fact check

thousands of coffin lying on the ground. The message claims that the Italian Minister HE Giuseppe Conte, cried in public over the deaths of thousands of his people who were infected with COVID-19.

Ayupp Fact Check image source social media

Ad - Article Continues below

Multiple Fake news claims: An image has been viewed and shared thousands of times in multiple Facebook, Twitter posts showing thousands of coffin lying on the ground. The message claims that the Italian Minister HE Giuseppe Conte, cried in public over the deaths of thousands of his people who were infected with COVID-19.

Fake News:

Perdana Menteri Italia HE Giuseppe Conte, menangis di depan publik atas meninggal ribuan rakyatnya yang direnggut oleh COVID-19.

“Kami telah kehilangannya begitu banyak rakyat kami. Sekarang kami hanya berharap belas kasihan-Nya"
475 jiwa meninggal pada hari Kamis 19/3/20.
627 jiwa meninggal pada hari Jumat 20/3/20.
793 jiwa meninggal pada hari Sabtu 21/3/20.
-1895 jiwa meninggal hanya dalam 3 hari!
-Total korban meninggal di Italia lebih dari 4.800 jiwa!

"Tuhan kasihanilah kami orang berdosa ini, kiranya bencana ini segera berlalu dari Bumi-Mu ini." Amin

Perdana Menteri Italia HE Giuseppe Conte, menangis di depan publik atas meninggal ribuan rakyatnya yang direnggut oleh COVID-19.  “Kami telah kehilangannya begitu banyak rakyat kami. Sekarang kami hanya berharap belas kasihan-Nya" 475 jiwa meninggal pada hari Kamis 19/3/20. 627 jiwa meninggal pada hari Jumat 20/3/20. 793 jiwa meninggal pada hari Sabtu 21/3/20. -1895 jiwa meninggal hanya dalam 3 hari! -Total korban meninggal di Italia lebih dari 4.800 jiwa!  "Tuhan kasihanilah kami orang berdosa ini, kiranya bencana ini segera berlalu dari Bumi-Mu ini." Amin

Italian Prime Minister HE Giuseppe Conte, cried in public over the deaths of thousands of his people who were snatched by COVID-19. "We have lost so many of our people. Now we only hope that His mercy "475 lives died on Thursday 19/3/20. 627 people died on Friday 20/3/20. 793 people died on Saturday 3/21/20. -1895 lives died only in 3 days! -Total death toll in Italy is more than 4,800 lives! "Lord have mercy on us sinners, may this disaster soon pass from Your Earth." Amen

Post this photo (fresh from Italy) for the ignorant, people who solve the problem and the young ones who continue to meet in groups. Taking pictures of these people with photos, data about deaths, maybe they'll wake up (wake up) it's very important.

For our common good. Good poles. Good of yours and mine. Keep sharing.

*ITALIA SUDAH MENYERAH*

Perdana Menteri Italia berkata : Penjagaan kami sudah tiada. Penyakit ini terus membunuh kami. Segala Penyembuhan di Dunia, Sudah Tamat. • Semalam 427 Meninggal. • Hari Ini 627 Meninggal.
• 1.529 orang Meninggal Dalam Waktu 3 Hari.
• 5.986 Kasus Baru Dalam Satu Hari!! Italia telah Gagal Sepenuhnya..
Presiden Italia Menangis. Italia merupakan negara yang Memiliki Pertahanan Kesehatan #Terbaik di Dunia. Tapi Mereka Telah Gagal Mencegah COVID-19 Masuk ke Negaranya. Karena pada Awalnya Mereka Menganggap COVID-19 Hanyalah Gurauan belaka.

Kini Presiden mereka kembali menangis. Karena Sudah Tidak Ada Tempat Pemakaman lagi untuk mereka yg meninggal karena COVID-19.
700++ Orang Mati per harinya.

Indonesia Jangan Sampai Menjadi Seperti Ini.
Kami himbau, Tolong miliki Kesadaran Diri. Tolong Patuhi Apa Yang Sudah Ditetapkan Pemerintah. *TETAP DIAM DI RUMAH*
(Stay At Home). Hal ini juga demi Kebaikan Kalian, Keluarga Kalian, Kerabat Kalian dan Negara Indonesia.
SAYANGILAH NYAWA ANDA

SAYANGI NYAWA KELUARGA DAN KERABAT ANDA. *#StayAtHome*
*#Patuhi aturan Pemerintah, jangan sotoy#*
*#GakUsahNgeyel
NB
BILA HIMBAUAN INI KITA LAKSANAKAN RAMALAN BAHWA AKHIR BULAN APRIL INI COVID 19 AKAN BERAKHIR
AMIN.

 

Facts Check Verdict: False, the image shared is available since 2009, are of the earthquake victims in Italy city of L’Aquila.

Reference Links to fact check:

Italy remembers L'Aquila dead 10 years after quake

April 2009: Quake jolts L'Aquila, Italy

Read more on the earthquake in Italy (Ciro Fusco / European Pressphoto Agency)




Scroll to Top